Dari sebuah diskusi malam…

Posted on July 23rd, 2007 in from the heart

Conscience ; between heart and mind?

Di
sebuah ruang tamu di kawasan Matraman, gw pernah terdampar dengan 2
sahabat gw dari Pesmo sambil menikmati semilir angin malam dan asap
berbau menthol produksi Sampoerna yang terkenal itu. Oloh, tolong…
Panjang amat nih basa basi…

Intinya,
gw ama Yoga en Ika lagi ngebahas soal Pesmo, gosip2 di kantor gw dulu
ama tentang kehidupan. Kalo soal Pesmo itu sifatnya internal banget
jadi ga bakal dibahas di sini. Kalo soal IBS kan ga enaklah yah mana di
frenlist gw ada beberapa anak IBS. Hehe… Sori guys, ga gosipin kalian
kok tapi tentang si X, si Y dan si Z.

Tentang kehidupan sih yang pengen gw tulis sekarang ini.

Gw
berpendapat bahwa aktifitas tersulit adalah membuat keputusan karena
elo dituntut jeli dan tepat untuk memilih. Apakah elo milih dengan hati
atau pikiran. Well, last night gw chat ama sahabat gw di mana ia juga
sedang mengalami perang bathin (istilah org2) dalam membuat suatu
keputusan sebagai solusi dari permasalahannya. Sama sih, apakah gw
harus listen to my heart or should I use my head?

Gimana
juga yah? To make decision depends on some things sih. Gimana baik
buruknya nantinya kalo ngambil keputusan A or B. Yang lebih sulit
adalah ketika keputusan itu melibatkan orang lain (meskipun keputusan
buat diri sendiri juga bisa menjadi sangat sulit, lihat blog gw
‘confusion from a far’). Saat itu kita ngebahas apa sih yang sering
membuat manusia bingung en ternyata kita sama persepsi. Bingung itu
disebabkan karena logika dan perasaan tidak sejalan. Ada kalanya kita
merasa sedang berpikir tetapi ternyata sebenarnya kita sedang merasa.
Logika sering menjadi semu karena mungkin kita lebih ngedengerin hati.
Tak bisa disangkal bahwa hati memang berpengaruh besar. Menurut Yoga,
bedanya adalah bahwa perasaan itu refleksi dari subyektifitas kita
sedangkan pikiran adalah hal2 yang rasional, logis, dan obyektif. Bener
juga sih bahwa hal2 subyektif itu comes from our heart karena hati
memang memihak sedangkan pikiran akan lebih membuka diri kita pada
ruang2 toleransi, keseimbangan luar dalam dan juga kepercayaan. Kenapa
begitu? Ketika kita berpikir pasti yang terbersit adalah flowchart2
yang membuat kita melihat segala sesuatunya bukan hanya dari 1 angle
saja sementara kalo kita memakai perasaan biasanya kita diarahkan
langsung pada pilihan2. Yang sering jadi permasalahan adalah ketika
kita belum bisa mengambil keputusan karena hati dan pikiran sama
kuatnya.

Sebenarnya
ada 1 hal yang mungkin akan selalu mengarahkan kita kepada hal yang
benar jika kita buntu yaitu conscience or hati kecil. Conscience naver
lies cause it always tells us about right and wrong. Tidak ada kata2
‘kalau begini’ atau ‘mungkin’ atau ‘sebaiknya’. Kesulitan banyak orang
adalah kemampuan mendengar kata hati (termasuk gw). Kalo kayak kata
Yoga sih, iman cukup membantu orang untuk bisa mendengar hati kecilnya.
Hanya saja masa sekarang kan banyak orang yang kurang dekat dengan hal2
relijius (including me…). Butuh ketenangan hati dan pikiran supaya
telinga bathin kita bisa peka akan suara2 kecil dari dalam diri kita.
Sempat terlontar pertanyaan konyol dari gw. Gimana kalo kita udah
merasa dengerin hati kecil tapi ternyata yang kita dengerin itu suara
setan? Hehe… Nggak, ini cuma sekedar wacana garing gw saat itu. Never
mind this yak. Di sinilah mungkin salah satu seni hidup. Banyak misteri
yang harus dikuak supaya kita bisa ngejalanin hidup ini dengan
sebaik2nya. Buat gw, hati kecil adalah satu misteri. Dia bisa datang
pada saat yang kita tidak duga bahkan bisa saja kita baru menyadari
kehadirannya di saat dia sudah ‘bicara’ tapi tanpa sadar itu dia, kita
sudah mendengarnya. Apa mungkin ga bahwa pernyataan ‘…perasaan gw
tiba2 ga enak nih…’ itu adalah suara hati kecil kita atau apa?

We
talked it over until dawn tapi yang kita dapat hanyalah pergantian hari
di mana kita2 mungkin akan mulai belajar untuk mendengar hati kecil.
Karena bukan tidak mungkin suatu saat kita2 akan kembali mengalami
perang bathin bahkan yang lebih dahsyat dari yang sudah2… Phew…

p.s.
Ga, kapan nih meeting lagi? Garing yah ga ada kabr dari Bapak itu?
Never loose ur faith in Pesmo… We’ll rock this country!!!

Woy Mberrr…ke depok kek, telp gw kek, maen ke rumah gw kek… Kangen nij, Ka… Salam buat Tante Nini yah..hahahahahaha….

To Noy, hope you can work it out…

(postingan tgl 1 Okt’06, somehow ga ke-post)



One Response

  1. No Comment! Huaahaahaahaaa…

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>