Kebanggan dari lapangan…
Posted on July 16th, 2007 in Sports
Waktu
gw kecil di mana TVRI sebagai satu-satunya stasiun TV menayangkan event
olahraga dari pertandingan tinju, sepakbola lokal liga persrikatan, SEA Games,
PON dll.
Gw
masih menyaksikan bagaimana Ellyas Pical memenangkan berbagai pertandingannya
sebelum babak belur dihajar oleh Khaosai Galaxy dan kehilangan gelar dunianya.
Ibunya selalu berada di tepi ring menyemangati Elly ditambah sorak sorai
penonton di arena maupun orang yang menonton melalui TV.
Masih
teringat di mana rumah gw ramai bersama keluarga besar menonton cabang olahraga
terakhir yaitu jalan cepat di SEA Games Filipina di mana atlet kita meraih emas
terakhir dan memastikan Indonesia menjadi juara umum dan hanya berselisih 1
emas itu dengan tuan rumah. Dari kolam renang teriakan penyemangat itu tak
kalah bingar ketika Richard Sam Bera, Wisnu Wardhana Albert-Felix C Susanto dan
ratu-ratu Nasution itu membuat lagu kebangsaan didengar di negeri orang.
Piala
bulutangkis yang baru akhirnya digelar dengan nama Sudirman Cup di mana
formatnya adalah gabungan dari Thoms dan Uber Cup. Partai berat menghadaopi
Korsel di final dan kedudukan 2-2 di mana pada partai kelima Joko Suprianto
menerima nama bangsa di pundaknya untuk dipertaruhkan. Selama pertandingan, tak
habis-habisnya Joko menerima dorongan semangat dari suporter Indonesia
dan jutaan mata lain yang menonton dari rumah. Juara! Bahkan piala itu diarak
di berbagai kota sebagai lambang
kebanggaan dan orang-orangpun berduyun-duyun menyaksikan piala yang dibawa
dengan truk terbuka bersama para pahlawan yang merebutnya.
Kembali
ke beberapa dekade sebelumnya.Orang-orang Indonesia
berperang fisik dan politis menghadapi kaum penjajah. Slogan ‘Merdeka’ adalah
kata wajib yang menyatukan rasa persatuan rakyat negri ini meskipun tidak saling
mengenal. Artinya bukan hanya sekedar penyemangat atau trend masa itu tetapi
lebih dalam pada arti perjuangan, harkat dan martabat bangsa serta rasa benci
akan penindasan oleh bangsa asing.
Di
tengah maraknya liga-liga sepakbola Asing ataupun basket NBA,piala Asia berhasil membawa aura patriotisme bagi para pendukung Tim Merah Putih.
Lautan merah yang berjejer penuh di Gelora Bung Karno menjadi bukti syahih
betapa rasa cinta bangsa belumlah lekang. Lagu-lagu perjuangan, Indonesia Raya
dan juga teriakan-teriakan nasionalis silih berganti terdengar. Dengan
menanggalkan perbedaan akan klub kesayangannya, para pendukung timnas seolah
satu dalam bungkus kebangsaan menyambut kemenangan atas Bahrain
dan dapat menerima kekalahan dari Arab Saudi. Hal itu juga yang membara di
dalam dada para pemain untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat. Sejenak
membuai rakyat dari krisis multidimensi yang dialami namun menguntai kebanggaan
akan sesuatu yang selama ini sempat hilang, rasa nasionalisme.
berhasil membawa aura patriotisme bagi para pendukung Timnas
Ah..
Gw dah bisa bayangin Rabu besok gw akan larut dalam lautan manusia di Senayan
untuk menyaksikan perjuangan timnas menggemakan kebanggaan.
Semoga
lebih hebat dari teriakan gw di masa lalu.
Viva Timnas…
p.s.
Di atas adalah peristiwa yang pernah terjadi. Duuh gw lupa lagi nama pejalan
cepat yang dapat emas itu. Gw dedicate juga kepada Mardi Lestari (pernah
mengukir rekor 100m Asia dengan catatan 10,20 detik, Nuraheyati (tanpa kenal
lelah mengayuh sepeda balapnya di berbagai ajang), trio Panahan Olimpiade Seoul
88 (peraih medali pertama di olimpiade yaitu perak), Alan-Susi yang merebut
emas 4 tahun kemudian, Nico Thomas dengan gelar OPBFnya, Yayuk Basuki yang mencicipi perdelapan final Wimbledon, dan atlet lain yang
tak kalah pentingnya dalam usaha mengharumkan nama bangsa.
July 17th, 2007 6:05 am
belasan tahun lalu…gue juga nonton di tipi salah satu laga int’l PSSI. gak inget lawan siapa, tapi yang masih gue inget adalah saking semangatnya si komentator, dia menyebut salah satu pemain pasokan persib sebagai “…pemain bertubuh gondrong ini…” hehehe…
Semoga besok elo sukses teriak2 di GBK, semoga lo gak saltum (yang pake merah besok kore, coy!), dan di atas segalanya, semoga INDONESIA RAYA!
August 14th, 2009 7:15 pm
it is very nice to read your brief story about our version of heroism and patriotism.
Ya, saya dulu jika bisa membela merah putih dan mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang di negara orang memang sesuatu yang tidak ternilai. kebanggaan itu melebihi layaknya seorang remaja sekarang baru membeli sebuah blackberry baru
Indonesia Raya.
WW
October 6th, 2009 6:56 am
Wisnu, thanks udah singgah ke sini yah.
I’m always proud of you and the rest of our national swimming team..
cheers
shantoy